Transportasi

FePI dan STTKD Yogyakarta Gelar Diskusi SDM Unggul Menuju Revolusi Industri 4.0 di Sektor Transportasi

INTRA – Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam menuju revolusi Industri 4.0 menjadi pembahasan menarik dalam diskusi dan sharing yang diadakan Federasi Pilot Indonesia (FePI) bersama Sekolah Tinggi Teknologi Kedirgantaraan (STTKD) Yogyakarta, yang diselenggarakan di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Selasa (17/12/2019).

Presiden Federasi Pilot Indonesia Capt. M Ali Nahdi mengatakan, Pemerintah pastinya sudah memiliki program khusus terkait menciptakan SDM-SDM yang unggul tersebut. Federasi Pilot Indonesia selaku mitra Pemerintah juga mendorong dan mendukung sepenuhnya agar tercipta SDM-SDM yang unggul di Indonesia, khususnya di sektor transportasi udara.

“Kesiapan SDM untuk menjawab tantangan menuju era digitalisasi patut dilakukan. Untuk itu, kemampuan menghasilkan SDM unggul menjadi tugas kita bersama disemua lini,” terang dia.

Federasi Pilot Indonesia yang merupakan mitra Pemeritah pun akan terus berkontribusi dalam bentuk saran maupun kritik konstruktif. Seperti yang dilakukannya melalui kegiatan diskusi dan sharing, “Kami berharap kegiatan ini dapat digelar secara periodik dengan melibatkan sejumlah praktisi transportasi, kalangan birokrat, praktisi maupun civitas akademika,” ungkapnya berharap.

Ia berharap kegiatan ini akan memberi manfaat bagi kemajuan sektor transportasi di Tanah Air. “Kami pun ingin menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan. Kami yakini jika langkah perbaikan akan terus kami lakukan,” ujar dia.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengapresiasi diskusi dan sharing yang diselenggarakan Federasi Pilot Indonesia dan STTKD Yogyakarta karena telah membuka ruang diskusi secara terbuka terkait kesiapan SDM unggul dalam memasuki revolusi industri 4.0.

Syafrin menjelaskan  dalam menuju revolusi industri 4.0 Indonesia dan khususnya Jakarta harus menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi luar biasa. Pemprov DKI Jakarta dalam menyambut industri 4.0 tentu bersiap diri memperkuat SDM nya karena begitu memasuki era digital maka kota akan berkembang dengan prinsip-prinsiap digital pula.  

“Tentunya transformasi kota harus digawangi SDM yang unggul oleh sebab itu diskusi yang diselenggarakan hari ini sangat bermanfaat bukan saja hanya untuk Provinsi DKI Jakarta semua untuk semua daerah dan yang mengikuti acara diskusi dan sharing ini,” tutur Syafrin.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara Heri Sudarmaji menilai, diskusi dan sharing terkait SDM unggul menuju revolusi industri 4.0 merupakan suatu transfer knowledge (pengetahuan) satu sama lain.

“Kita diskusi dan sharing di sini merupakan wujud dari pertukaran informasi, mana yang kira-kira perlu ditindaklanjuti dan tentunya tidak hanya berhenti di sini dan perlu ditingkatkan ke diskusi-diskusi yang bersifat lebih teknis,” ucap Heri.

Masih di tempat yang sama, Ketua PLH STTKD Yogyakarta, Vidyana Mandrawaty mengatakan pihaknya sebagai lembaga pendidikan teknologi kedirgantaraan akan mempersiapkan SDM-SDM yang unggul terutama di sektor transportasi udara.

“Kedepannya kami berharap ada sinergi yang kuat dengan industri sehingga STTKD bisa menghasilkan SDM yang unggul di bidang kedirgantaraan, kita harus tau dulu apa yang dibutuhkan oleh dunia industri,” ujarnya.

Direktur Pengembangan Sumber Daya PT Biro Klasifikasi Indonesia/BKI (Persero) Saifuddin Wijaya mengungkapkan langkah yang telah dilakukan BKI dalam mempersiapkan insan BKI menuju era digital dalam 10 tahun terakhir.

“Saat ini aktivitas kami sudah termasuk paperless. Karena semua dikerjakan melalui pemanfaatan teknologi. Kami percaya perusahan dengan SDM yang mampu adaptif terhadap perubahan, akan mampu untuk bertahan menjawab tantangan revolusi industri 4.0 dan mampu berkembang ,” ungkap sosok yang akrab disapa Wiwid. 

Ia menuturkan perubahan BKI dalam 10 tahun terakhir. “Awalnya kita memberi awareness kepada karyawan,” ujarnya. Saat ini, SDM di perusahaan kami (BKI), tambah Wiwid, mayoritas adalah usia milenial atau dibawah usia 40 tahun ke bawah.

“Potensi ini menjadi kekuatan kami dalam menjawab tuntutan perubahan. Melalui  inovasi yang senantiasa hadir dalam denyut aktivitas bisnis BKI. Kami optimis dapat menghadapi tantangan era industri 4.0, karena kami mempersiapkan diri untuk mampu beradaptasi dengan perubahan,” terang Wiwid meyakini.

Penulis : Enjang Sofyan
Foto : Enjang/INTRA

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *