Pariwisata

Mantan Dirut PT ACS Tuntut Keadilan Atas Pencopotan Mendadak

INTRA – PT Aero Wisata dan PT Dana Pensiun Aero Wisata dituntut ganti rugi oleh mantan Direktur Utama PT Aero Catering Services (ACS), Grace Purukan, senilai lebih dari Rp 2 miliar. Hal ini karena dua perusahaan yang menjadi pemegang saham ACS ini memberhentikan Grace tanpa ada alasan yang jelas dan tidak sesuai dengan ketentuan, dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga perusahaan atau Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS). 

Grace diberhentikan secara mendadak saat dia baru menjabat sebagai Direktur Utama PT ACS selama enam bulan dari masa kontrak selama tiga tahun. Grace mendapat surat penghentian dari pemegang saham yang diduga atas se-izin Direktur Utama PT Garuda Indonesia Ari Ashkara selaku induk perusahaan, dan tidak sampai satu hari langsung serah terima jabatan dengan Direktur Utama yang baru. 

“Yang salah di sini di dalam Anggaran Dasar jelas sekali bahwa pergantian direksi itu harus melalui RUPS, RUPS-LB atau rapat pemegang saham di luar RUPS. Di situ diatur jelas ketika akan berhentikan seseorang harus disampaikan alasannya, kemudian ditunggu dulu apakah ada keberatan atau tidak. Nah itu ditunggu selama 14 hari baru boleh dilaksanakan RUPS,  tapi ini yang dilanggar semua,” kata kuasa hukum Grace, Noviar Irianto di kawasan Blok M, Jakarta Selatan.

“Ketika disandingkan ketentuan dengan alasan pemberhentian, kan harus dibuktikan. Misal bu Grace menggunakan fasilitas perusahaan untuk kepentingan pribadi atau lainnya, tapi no reason dan tanpa ada alasan memberhentikan ke orang yang justru punya prestasi selama dia memimpin,” ujar Noviar.

Dari dua kesalahan prosedural yang dilakukan pemegang saham PT ACS ini, yaitu tidak ada alasan pemberhentian dan juga masa sanggah yang tidak diberikan, kemudian Grace menggugat pemegang saham PT ACS ke meja hijau dengan nomor perkara 23/Pdt.G/2019/PN Jkt.Pst tertanggal 10 Januari 2019.

majelis hakim memutuskan bahwa Grace Purukan dinyatakan menang dalam gugatan. Sehingga pihak tergugat wajib memenuhi segala tuntutan dari penguggat serta mengganti rugi atas segala biaya yang timbul dari proses persidangan. Pihak tergugat lainnya dalam kasus ini juga dilayangkan kepada PT ACS dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk yang menjadi induk dari unit usaha Aero Wisata. Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Ashkara dituding melakukan intervensi terhadap kasus pemberhentian Grace sebagai Dirut PT ACS.

Sementara itu, Grace berharap agar hak-haknya sebagai professional yang diperlakukan sewenang-wenang oleh cucu dari BUMN ini dapat dipenuhi. Dia juga berharap agar ada keadilan yang bisa didapatkannya lantaran selama memimpin, kinerja PT ACS menunjukkan tren yang positif. Bahkan beberapa proyek baru dan strategis sekaligus menguntungkan PT ACS sudah pernah dibukukan oleh Grace. Namun sayangnya prestasi yang dilakukannya itu justru berujung pada pemberhentian sepihak tanpa mengikuti ketentuan anggaran dasar dari pemegang saham.

“Saya gugat itu karena saya diangkat selama 3 tahun ya, jadi saya minta agar tiga tahun itu dibayarkan sebab pemegang saham ini justru yang wan prestasi,” kata Grace.

Grace menambahkan, dirinya yang juga merupakan pensiunan Garuda juga mengalami kerugian konsesi tiket maskapai Garuda Indonesia yang sedianya dia dapatkan telah diblokir secara sepihak oleh Board of Director (BOD) Garuda Indonesia dan diduga pemblokiran ini terkait adalah dampak adanya Gugatan saya ke Para Pemegang Saham ACS.

Penulis : Masade
Foto : Ist

masade
Pemimpin Redaksi Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *