Transportasi

Ketum DPP ALFI Apresiasi ESDM Merespon Surat Edaran BPH Migas

INTRA – Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (DPP ALFI) Yukki Nugrahawan Hanafi,  menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan oleh menteri ESDM yang dengan cepat menanggapi kisruh surat edaran BPH MIGAS No: 3865E/Ka.BPB/2019.

Ia menilai langkah yang dilakukan Kementerian ESDM perihal pencabutan surat edaran tersebut merupakan langkah yang tepat dengan tetap mengatur ketersediaan BBM Solar bersubsidi bagi angkutan barang sesuai amanah dari Peraturan Presiden RI No. 191/2014.

“Ketersediaan BBM bersubsidi untuk angkutan barang (selain untuk penggunaan angkutan pertambangan dan perkebunan) sangat berperan penting dalam menekan inflasi, menjaga daya beli masyarakat dan mendorong daya saing produk nasional, sekaligus tidak kalah pentingnya juga meningkatkan kelancaran arus barang pokok dan barang kebutuhan manufaktur di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Yukki melalui keterangan tertulisnya, Rabu (2/10/2019).

Yukki juga mengatakan, pembatasan alokasi BBM bersubsidi ataupun pengurangan nilai subsidi khususnya pada BBM jenis solar kurang tepat dilakukan dalam situasi saat ini, dimana kondisi negara masih dalam posisi defisit neraca perdagangannya.

Hal itu dapat memicu inflasi yang tinggi dan akan menurunkan daya beli masyarakat terutama terhadap produk lokal, dimana pada era transaksi belanja online (e-commerce) saat ini sangat dibanjiri oleh produk produk impor dan sebagian dari produk online tersebut harganya lebih murah daripada barang lokal.

“Sehingga kebijakan pemerintah untuk tetap menjamin ketersediaan,  pasokan dan stabilitas harga BBM bersubsidi secara konsisten terhadap angkutan penumpang  umum serta angkiutan barang umum adalah sangat bijak dan tepat, dengan mempertajam pengawasan melekat adanya penyalahgunaan maupun penyelewengan atas BBM bersubsidi ini serta sanksi berat terhadap oknum yang melakukannya,” kata Yukki.

“Kelolosan penggunaan BBM bersubsidi yang melewati batas kuota sampai saat ini adalah lebih banyak disebabkan penyalahgunaannya, dan bukan atas pemanfaatan yang tidak terukur oleh angkutan umum penumpang maupun barang,” imbuh nya.

Lebih jauh Yukki memaparkan, bahwa volume penyaluran subsidi BBM sejak 2015 hingga 2019 tidak terjadi kenaikan signifikan pada volume alokasi BBM solar bersubsidi. Bahkan kegiatan usaha angkutan barang dan logistik pada tahun 2019 ini tidak terjadi kenaikan serta cenderung terprediksi pada akhir tahun 2019 ini hasil volume kegiatannya akan lebih kecil dbanding tahun sebelumnya.

“Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa bukan dari angkuitan barang yang menjadi sebab penggunaan BBM bersubsidi yang melewati batas kuota tahun ini, maka sudah sangat tepat tindakan pemerintah untuk tetap menjaga stabilitas ketersediaan, pasokan dan harga BBM untuk angkutan barang dalam rangka menjaga daya beli masyarakat dan memperkuat daya saing produk lokal,” papar Yukki.

“Juga dengan melihat harga minyak mentah dunia saat ini yang sudah sangat rendah dibanding tahun 2014 , serta cenderung stabil sejak tahun 2017 maka seharusnya dapat dialokasikan penggunaan BBM bersubsidi pada sektor kegiatan usaha yang berdampak luas pada masyarakat,” tambah nya.

Sebagai kesimpulan akhir, Yukki menuturkan, bahwa perlu dukungan penuh dan insentif dari pemerintah kepada pelaku industri logistik termasuk angkutan barang dalam rangka menjaga kelancaran rantai pasok barang serta meningkatkan daya saing  nasional.

Di antaranya dengan menjamin ketersedian dan pasokan BBM Solar bersubsidi bagi pelaku usaha nasional dalam bidang logistik dan angkutan barang diseluruh wilayah Indonesia, serta menjaga agar tidak terjadinya penyalahgunaan BBM solar bersubsidi sesuai ketentuan yang telah diatur dalam Peraturan Presiden RI No. 191/2014.

“Dengan mengawasi dan memastikan tidask terjadi penyelahgunaan maupun penyelewengan pasokan  BBM Solar bersubsidi baik dari kilang pengisian , pengangkutannya hingga ke SPBU-SPBU yang menjadi penyalur BBM solar bersubsidi tersebut ke konsumen akhir,” tutup Yukki.

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *