Transportasi Udara

Tiket Pesawat Turun 50 %, Bambang Haryo: Tidak Akan Berdampak Signifikan ke Masyarakat

INTRA – Anggota komisi V DPR RI Bambang Haryo Soekartono mengatakan, penurunan tarif tiket pesawat berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) sebesar 50 persen adalah hal mubazir.

Pasalnya, menurut Bambang penurunan tarif tiket tersebut hanya di hari dan jam tertentu saja. Sehingga penurunan tarif tiket tersebut tidak akan berdampak secara signifikan atau secara mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Indonesia.

“Karena saya khawatir airlines itu menghindar di waktu yang sudah ditentukan tersebut, yaitu dari jam tersebut 10 sampai jam 2 siang. airlines akan menghindar dari jam-jam tersebut. Ini sebagai bukti ya kalau kita lihat dari jadwal banyak sekali yang malah enggak beroperasi di jam-jam tersebut, karena jam-jam tersebut adalah low season (sepi penumpang) jadi mereka malah menghindar,” ujar Bambang di Kompleks DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (4/7/2019).

Politisi Gerindra itu juga menilai, seharusnya pemerintah harus bisa menganalisa akar permasalahan tarif pesawat secara cermat. Apa penyebab inti dari permasalahan tersebut sehingga bisa berlarut-larut, seharusnya itu yang harus dicarikan solusinya oleh pemerintah.

“Tentu kita tahu bahwa yang pertama adalah ini yang terutama kan yang LCC. LCC ini belum disiapkannya bandara-bandara low cost. Dimana bandara-bandara low cost ini tentu sangat diharapkan oleh airline LCC ini yang harapannya bisa menurunkan biaya-biaya operasional mereka. Misalnya landing fee nya lebih murah, parking fee nya, termasuk airport tax nya dan lain-lainnya,” papar Bambang.  

“Yang kedua adalah keinginan daripada airlines itu adalah tidak adanya ini proses holding selama mereka mau mendarat yang mengakibatkan ekonomi biaya tinggi dari sisi bahan bakarnya dan sebagainya. Dan ini sampai dengan sekarang masih belum ada solusinya” imbuh dia.

Kemudian yang ketiga, Anggota DPR RI dari Dapil Jawa Timur I ini menambahkan, dolar juga memiliki peranan penting dalam persoalan melambungnya harga tiket pesawat di Indonesia tersebut.

“Pengaruh daripada dolar ini sudah meningkat sekitar 60 persen dari zamannya Pak SBY (Presiden ke-6 RI). Harga dolar kita itu dari tahun 2012 dibanding sekarang itu kira-kira meningkatnya kira-kira antara 40 sampai 60 persen, berarti karena ada komponen biaya daripada airlines itu menggunakan dolar tentu itu ada efeknya,” ujar Bambang.

“Ini menjadi tugas pemerintah bagaimana caranya menurunkan kurs dolar jangan sampai terus naik. Pak BJ Habibie saja bisa menurunkan dolar pada saat ia memimpin, masa pemerintahan sekarang tidak bisa,” imbuh nya.

Jadi, Bambang menyimpulkan, semua persoalan soal tarif tiket pesawat ini butuh satu keseriusan dari pemeritah. Kalau itu semua sudah bisa teratasi bandara low cost, terus nilai mata uang dolar juga turun, maka cukup dengan hal itu saja bisa menurunkan harga tiket, bahkan bisa lebih dari 50 % persen.

Diketahui, Pemerintah meminta maskapai untuk menurunkan tarif tiket pesawat berbiaya murah (Low Cost Carrier/LCC) menjadi sebesar 50 persen dari Tarif Batas Atas (TBA) untuk penerbangan di jam-jam tertentu.

Hal ini menjadi simpulan dalam rapat koordinasi lanjutan evaluasi kebijakan penurunan harga tiket angkutan udara. Rapat tersebut turut dihadiri oleh perwakilan manajemen PT Garuda Indonesia Tbk (Persero), Lion Air Group, PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), dan PT Pertamina (Persero).

“Keputusannya, untuk menjamin ketersediaan penerbangan murah bagi masyarakat maka pemerintah bersama seluruh pihak yang terkait berkomitmen untuk menyediakan penerbangan murah LCC domestik,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam konferensi pers di kantornya, Senin (1/7/2019) lalu.

Susiwijono mengungkapkan, diskon harga tiket pesawat rencananya akan diberikan untuk rute penerbangan dengan jam keberangkatan pukul 10.00 – 14.00 (waktu setempat) pada hari Selasa, Kamis, dan Sabtu. Pemilihan waktu tersebut dilakukan dengan pertimbangan okupansi yang masih rendah. Selain itu, pemberian diskon juga untuk kursi kelas tiket tertentu.

Penulis : Enjang Sofyan
Foto : Enjang/INTRA

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *