Opini

Mencermati Perubahan Minat Masyarakat Pada Perkembangan Moda Transportasi

Suroyo Alimoeso (Pemimpin Umum INTRA)

INTRA – Dalam upaya mendukung perkembangan teknologi transportasi, pemerintah memang sedang dan telah melakukan pembenahan pembangunan infrastruktur. Mulai dari pembangunan jalan bebas hambatan (tol), bandar udara, pelabuhan dan kereta api, MRT dan LRT, baik untuk antar kota/perkotaan. Pembangunan tersebut tentu saja diharapkan mampu memberi efek positif bagi masyarakat Indonesia.

Masyarakat kini dihadapkan dengan semakin banyaknya pilihan moda transportasi. Baik berdasarkan kalkulasi; sisi kemudahan, keterjangkauan tarif, faktor keselamatan, kenyamanan, maupun terintegrasinya antar moda (baik, darat, laut, udara, dan kereta api). Realitas ini telah berdampak pada pola kehidupan masyarakat Indonesia secara umum.

Dari sisi pengusaha logistik maupun ekspedisi, pilihan ini akan membuka banyak opsi untuk memilih moda pengiriman yang diharapkan memberi efek lebih dalam menjalankan aktifitas usahanya. Namun di sisi lain, pilihan aneka transportasi memberi efek predator diantara pelaku bisnis transportasi akibat perubahan minat masyarakat pada transportasi.

Dinamika perubahan ini tengah dirasakan para pebisnis sektor transportasi. Baik maskapai penerbangan, angkutan kapal, kereta api, atau bidang industri lain yang terkait dengan perpindahan manusia dan barang dari satu tempat ke tempat yang lain.

Satu contoh adalah pengoperasian Tol Trans-Jawa yang mengubah karateristik penumpang dengan jarak menengah atau pendek, mereka (dengan bagasi yang cukup banyak) lebih memilih jalur darat dibanding angkutan udara. Begitu pun yang dirasakan angkutan kapal laut dan kereta api.

Dirasakan angkutan kapal laut dan kereta api. Bagi penumpang kapal PELNI misalnya. Data pada Bulan Februari 2019, justru meningkat sekitar 20%. Sementara penumpang kereta api naik 15% setelah kebijakan maskapai penerbangan menaikkan harga tiket pesawat. Namun di kasus berbeda, sejak beroperasinya Jembatan Suramadu, jumlah kapal yang beroperasi dan jumlah penumpang menurun drastis.

Karena itu, untuk menjamin tetap terwujudnya persaingan yang sehat (tidak saling membunuh), maka semangat saling mengisi dan melengkapi sepatutnya juga dipahami para pengusaha antar moda. Kita pun berharap pemerintah harus berlaku adil, utamanya dalam menetapkan tarif dasar perjalanan, load faktor, dan origin destination (asal tujuan) perjalanan.

Dengan pengelolaan sistem transporatasi yang baik dan adil, tentu akan memberi dampak positif bagi keberlangsungan usaha transportasi di masa mendatang. Untuk senantiasa mampu memberikan kenyamanan, keselamatan, dan pelbagai sisi pelayanan terbaiknya bagi masyarakat.

Pada akhirnya, para pelaku bisnis transportasi akan dituntut untuk terus berinovasi. Baik dari sisi pelayanan, akurasi jadwal, keselamatan,maupun harga. Di sinilah proses seleksi dilakukan secara alami oleh publik. Dan ingat; Sekadar mampu menawarkan transportasi berbiaya murah, belum tentu sebuah keputusan terbaik.

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *