Darat Transportasi

Masuki Bulan Ramadhan, Staf Ahli Menhub Ingatkan Masyarakat Utamakan Aspek Keselamatan Saat Muleb

INTRA – Memasuki bulan suci Ramadhan 1440 H, Staf Ahli Menteri Bidang Logistik, Multimoda dan Keselamatan Perhubungan Kementerian Perhubungan, Cris Kuntadi, mengingatkan kepada para petugas dan masyarakat yang akan mudik lebaran (Muleb) agar mengutamakan seluruh aspek keselamatan dan mempersiapkan diri kendaraan dari sekarang.

“Saya menghimbau bagi petugas, serta masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik, baik menggunakan kendaraan umum maupun kendaraan pribadi seperti mobil dan motor untuk mengutamakan seluruh aspek keselamatan agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Cris Kuntadi di kantor Kemenhub Jakarta, Senin (6/5/2019) lalu.

Ia menjelaskan terdapat tiga hal utama yang krusial ketika menghadapi masa angkutan lebaran. “Pada masa angkutan lebaran yang paling krusial adalah faktor keselamatan karena (pada masa itu) banyak terjadi kecelakaan. Kecelakaan bisa terjadi karena prasarananya, sarananya maupun manusianya,” kata Cris.

Menurutnya, apabila terdapat kendala pada unsur prasarana maka petugas Kemenhub, Dishub serta pihak Kepolisian di lapangan harus memiliki koordinasi yang kuat untuk meminimalisir kecelakaan.

“Jika kita petakan dari prasarananya, ada beberapa titik yang masih dipandang kurang tinggi tingkat keselamatan jalan, misalnya di fly over kretek yang cukup curam, salah satu solusinya dengan disiapkan personil yang menjaga daerah itu supaya kendaraan-kendaraan yang sekiranya tidak layak menggunakan jalur itu harus disterilisasi,” jelas Cris.

“Contoh lain juga seperti tanjakan emen yang sekarang berubah nama menjadi tanjakan aman, dan juga daerah rawan kecelakaan lain yang sekiranya perlu diantisipasi,” tambahnya.

Cris juga mengatakan bahwa pada jalan tol pengemudi cenderung untuk memacu laju kendaraannya melebihi batas kecepatan. “Ini artinya harus ada solusi pembatasan kecepatan, misalnya dengan memasang kamera-kamera di tempat tertentu kemudian diingatkan. Petugas Kemenhub dan Dishub di lapangan bekerjasama dengan Kepolisian termasuk Jasa Marga harus memantau itu dan mengingatkan secara terus menerus, apabila ada kendaraan yang melanggar batas kecepatan harus ditindak karena membahayakan diri dan orang lain,” ujar Cris.

Pada kesempatan yang sama, Cris juga memperhatikan faktor keselamatan dari aspek sarana transportasi dimana untuk mencegah kecelakaan salah satunya dengan melakukan rampcheck kendaraan. Ia juga menghimbau kepada petugas rampcheck untuk menyelesaikan rampcheck 100% sebelum masa angkutan lebaran tiba.

“Rampcheck utamanya rem depan dan belakang termasuk selang rem tidak berpotensi bocor, kaca dalam kondisi baik tidak boleh pecah, wiper, instrumen lampu, sabuk keselamatan pengemudi dan penumpang, kondisi ban serta kelengkapan administrasi/surat-surat,” jelasnya.

Selain itu, penempelan stiker laik jalan pada kendaraan umum yang telah lulus pemeriksaan rampcheck juga tidak luput dari perhatiannya. “Jadi kalau selama ini kendaraan yang laik jalan itu ditempeli stiker, maka saran saya untuk kendaraan yang tidak laik jalan juga harus ditempeli stiker ‘Tidak Laik Jalan’, karena selama ini kendaraan yang tidak laik jalan tidak ditempeli stiker. Tujuannya agar masyarakat tidak memilih kendaraan tersebut sebagai sarana mudik lebaran,” ujar Cris.

Dirinya juga menghimbau kepada pemilik Perusahaan Otobis (PO) untuk melakukan self assessment atau rampcheck mandiri atas kendaraan dan melaporkan kepada Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub. “Bagi PO yang melanggar harus dikenakan sanksi karena aturan tidak akan bisa tegak ketika tidak ada sanksi, apalagi kalau sampai kecelakaan harus dikenakan sanksi yang tegas,” jelasnya.

Sementara itu, Cris mengatakan unsur pemeriksaan kesehatan kepada pengemudi angkutan umum wajib dilakukan. “Harus ada pemeriksaan kesehatan baik oleh PO maupun di setiap titik keberangkatan, jika perlu di rest area disediakan juga pemeriksaan kesehatan, sedangkan untuk angkutan umum diwajibkan untuk melakukan cek kesehatan sebelum berangkat,” ujarnya .

Ia juga ingin memastikan kecukupan istirahat bagi para pengemudi, serta memperhatikan batas kecepatan sesuai dengan aturan. “Masyarakat juga harus berani mengingatkan para pengemudi yang lalai sehingga dapat membahayakan keselamatan penumpang, seperti mengantuk dan ugal-ugalan,” lanjutnya.

Dirinya juga menghimbau bagi masyarakat ingin mudik dengan menggunakan sepeda motor agar mengikuti program mudik gratis yang telah disediakan oleh Kemenhub. “Saya mengingatkan bahwa kendaraan roda dua bukan merupakan kendaraan yang berkeselamatan apalagi dipakai untuk jarak jauh,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Cris juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh stakeholder yang terlibat dalam penyelenggaraan angkutan lebaran, seperti dari seluruh sub sektor di Kemenhub, Kepolisian, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, Pemerintah Daerah, BUMN, para operator transportasi dan stakeholder lainnya.

Penulis : Masade
Foto : Istimewa

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *