Darat Transportasi

Meski Belum Diminati Swasta, Komisi V DPR Dukung Penuh Program Kontainer Masuk Desa

INTRA – Program Kontainer Masuk Desa yang dilaksanakan oleh Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut dalam mendukung visi Nawacita dan Tol Laut pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendapat banyak apresiasi.

Pasalnya program ini menjadi penentu keberhasilan Tol Laut yang dicanangkan sejak 2014 silam. Program yang juga dirumuskan oleh Marin Nusantara ini telah diuji dengan pengiriman 3 ton beras dari Surabaya ke Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. 

Menurut Anggota Komisi V DPR Rahmat Hamka Nasution, program ini menjadi terobosan yang baik dalam melakukan percepatan untuk membangun pemerataan ekonomi.

Anggota DPR Fraksi PDIP ini menilai bahwa pemerintah sudah memiliki keberanian untuk mengambil risiko dari berjalannya program ini. Secara garis besar, program ini tentu belum terlihat seksi di mata swasta.

“Kacamata swasta dalam melihat program ini tentu masih melihat untung ruginya. Setidaknya pemerintah sudah memberanikan diri untuk memulai. Hasilnya nanti bisa menjadi stimulus atau pergerakan ekonomi ke seluruh stakeholder termasuk swasta. Inilah makannya pemerintah harus turut campur dalam mengawali program ini. Ini terobosan yang baik,” ujar Rahmat kepada INTRA, Minggu (5/5/2019) sore.

Lewat program ini, pulau-pulau terluar bisa mendapatkan barang kebutuhan mereka dengan mudah dan harga yang tak jauh berbeda dengan di kota-kota besar. Sehingga pemerataan ekonomi bisa diwujudkan.

“Ini harus didorong terus secara massif. Saya yakin pemerintah sudah punya konsep yang matang terkait program ini. Kami pun di DPR mendukung penuh,” tegasnya.

Ia berharap dalam berjalannya program ini juga harus include dengan Pelayaran Rakyat (Pelra) agar manfaatnya bisa dirasakan oleh semua kalangan. Begitu juga dengan pola-pola desa yang biasanya masih bercorak tradisional untuk bergerak ke arah yang lebih modern.

Apabila saat ini banyak kritikan soal benturan program ini dengan Pelra, Anggota DPR asal Kalimantan Tengah ini menyebut setiap kebijakan pasti ada risiko yang diambil. Termasuk pertentangan-pertentangan antar pelaku usaha. Namun sejatinya, waktu akan menjawab hal itu dengan bijaksana serta saling menguntungkan.

“Seperti fenomena antara taksi online dan konvensional saja, itu kan awalnya terjadi gesekan tapi lambat laun akhirnya bisa berjalan bersama. Intinya pemerintah harus mengejar ketertinggalan kita dari negara-negara lain daripada nanti telat,” pungkasnya.    

Terselenggaranya program ini atas kerjasama yang baik lintas BUMN. Di antaranya PT. PELNI selaku Operator Kapal Tol Laut, PT. Pelindo Marine Service selaku Pemilik Minikontainer, dan Perum Bulog selaku Penyedia Beras, kemudian Bumdes setempat selaku Distributor.

Penulis : Adityo Nugroho
Foto : Istimewa

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *