Opini

Larangan Merokok Sambil Berkendara

Djoko Setijowarno (Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang)

INTRA – Sesungguhnya implementasi aturan larangan merokok di kendaraan bermotor sudah ada sejak tahun 2009.

Terbitnya Peraturan Menteri Perhubungan No. 12 Tahun 2029 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat, seolah mengingatkan kembali memori aparat hukum untuk melakukan penegakan hukum terhadap pengguna jalan raya. 

Pasal 160 UU No:22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur setiap pengemudi dilarang melakukan aktivitas yang mengganggu konsentrasi saat mengendarai kendaraan bermotor. Salah satu aktivitas yang dilarang saat mengemudi adalah merokok dan jika melanggar  dapat dikenai sanksi denda.

Bagi pengendara yang melanggar ketentuan larangan merokok itu ini akan dikenakan denda Rp 750.000 atau kurungan paling lama 3.bulan sesuai yang diatur dalam  pasal 283 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Adanya aktivitas lain seperti merokok akan mengganggu konsentrasi dan menyebabkan terjadi kecelakaan lalu lintas serta  membahayakan dirinya juga pengguna jalan lainnya.

Larangan peraturan tidak boleh merokok saat mengemudikan kendaraan itu adalah untuk membangun budaya selamat dalam berlalu lintas. Ketegasan polisi dan kedisiplinan para pengemudi kendaraan agar teribangun budaya  lalu lintas yang berkeselamatan.

Jika para pengemudi dilarang merokok saat mengendarai itu adalah untuk keselamatan diri sendiri para pengemudi serta pengguna jalan lainnya.

Tanpa terbitnya PM 12 Tahun 2019, sebenarnya larangan itu tetap berlaku. Bisa jadi selama ini ada pembiaran, sehingga sekarang perlu ditertibkan kemdali demi keselamatan bagi semua.

Di beberapa negara sudah menerapkan aturan denda ini, seperti di Inggris, Skotlandia, Australia, Amerika Serikat, Kanada, Perancis, Afrika Selatan. Di Inggris dikenai densa 50 Poundsterling atau Rp 1,1 juta. Di Skotlandia dua kali lipatnya 100 Pounsterling atau Rp 2,2 juta.

Sementara dii Malaysia per 1 Januari 2019 berlaku laranfan merokok di restoran merupajan kelabjuran karanfan merokok di kantor pemerinntah, bioskop taman, rumahvsakir, sekolah, kampus, pysat perbelanjaan, ruang ber AC. Denda bagi pelanggar sebesar 100 ribu Ringgit Malaysia atau setara Rp 35 juta atau penjara 2 tahun.  Sedang direncanakan diperluas untuk pengemudi yang sedang mengendarai kendaraan bermotor.

Menepilah di tepi jalan saat akan merokok. Jangan membahayakan keselamatan diri sendiri dan orang lain. Hentikan kebiasaan merokok sambil mengemudi mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Disclaimer : Isi Diluar Tanggung Jawab Redaksi


Del Kurniawan
INTRA's Graphic & Web Designer

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *