Darat Transportasi

Konflik TJ Ponbe-Tanah Abang dengan Angkot, BPTJ Upayakan Solusinya

INTRA – Menyusul adanya protes dan keberatan operator angkot 106 dan D15 terhadap pengoperasian Transjakarta Pondok Cabe (TJ Ponbe) – Tanah Abang sejak 22 Maret 2019 lalu, Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) akan mengupayakan solusi atas hal tersebut.

Kepala BPTJ, Bambang Prihatono mengatakan, ia akan memfasilitasi pertemuan antara pengusaha angkutan perkotaan setempat dengan PT. Transportasi Jakarta selaku operator Transjabodetabek rute Ponbe – Tanah Abang, serta melibatkan pihak-pihak lain pada Senin 8 April 2019 di Terminal Pondok Cabe.

Bambang berharap pada pertemuan tersebut tercapai kesepakatan antara TransJakarta dengan angkutan perkotaan setempat sehingga masing-masing dapat menjalankan usaha dan layanannya kepada masyarakat.

“BPTJ secara prinsip telah menyetujui ijin trayek Angkutan Perkotaan TransJabodetabek Reguler dengan trayek Pondok Cabe – Tanah Abang”, kata Bambang Prihartono, dalam keterangan tertulisanya, Sabtu (6/4/2019).

Namun, Bambang menjelaskan bahwa dalam proses persetujuan tersebut  dipersyaratkan agar TransJakarta bekerjasama dengan perusahaan angkutan perkotaan setempat. “Persyaratan tersebut dimaksudkan agar keberadaan TransJakarta tidak mematikan layanan angkutan perkotaan yang selama ini telah beroperasi seperti 106 dan D15 tetapi saling melengkapi dan menguntungkan ”, ujar Bambang.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa menyusul adanya protes dari para pengusaha angkutan perkotaan, BPTJ akan tetap berupaya agar layanan kepada masyarakat tidak terganggu.

“Untuk sementara, sampai dengan hari Senin, 8 April 2019,  TransJakarta yang melayani Pondok Cabe – Tanah Abang berubah rute menjadi Halte Ciputat – Lebak Bulus – Tanah Abang,” kata Bambang.

Namun demikian sebaliknya, angkutan perkotaan trayek 106 dan D15 berkewajiban untuk masuk ke Terminal Pondok Cabe. Hal ini merupakan kesepakatan sementara yang dihasilkan melalui pertemuan yang dilaksanakan pada Kamis, (4/4/2019) lalu yang melibatkan BPTJ, Pengurus Trayek 106 dan D15 serta pihak Kepolisian dan Koramil di Terminal Pondok Cabe.

Pertemuan tersebut juga menyinggung adanya rencana perubahan rute dari Tanah Abang – Lebak Bulus – Cirendeu – Pondok Cabe PP menjadi Tanah Abang – Lebak Bulus – Ciputat – Pondok Cabe PP. Namun untuk memastikan hal tersebut, akan dibahas pada pertemuan yang diselenggarakan pada hari Senin, (8/4/2019) mendatang.

Apapun hasil pertemuan tanggal 8 April 2019 nanti, Bambang menegaskan bahwa persyaratan kerjasama antara TransJakarta dengan angkot tetap harus dipenuhi karena kerjasama ini dibutuhkan sebagai bentuk kolaborasi dalam menghadirkan layanan angkutan umum massal yang terintegrasi.

Bambang juga menjelaskan bahwa selain sebagai angkutan lanjutan bagi pengguna bus Antar Kota Antar Provinsi melalui Terminal Pondok Cabe, layanan angkutan perkotaan yang ada dan layanan TransJakarta dengan trayek Pondok Cabe – Tanah Abang juga dibutuhkan sebagai layanan angkutan umum massal yang terintegrasi dengan Moda Raya Terpadu melalui Stasiun MRT Lebak Bulus.

“Secara prinsip, melalui pengoperasian TransJakarta ini, integrasi layanan angkutan umum massal sudah terjadi, adapun dampak dari pengoperasian ini akan kita kelola bersama-sama,” tegas Bambang.

Penulis : Enjang Sofyan
Foto : Istimewa

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *