Laut Transportasi

Kemenhub Gelar DPM di Tual

INTRA – Kementrian Perhubungan (Kemenhub) RI menggelar Diklat Pemberdayaan Masyarakat (DPM) di Tual, Maluku, pada tanggal 4-8 April 2019.

Sebanyak 250 orang terdaftar sebagai peserta DPM. Peserta berasal dari berbagai lokasi, diantaranya Kecamatan Pulau Dullah Utara, Dullah Selatan, Tayando Tam, Pulau-Pulau Kur, dan Kur Selatan.

Program diklat yang diberikan dalam kegiatan DPM ini meliputi pelatihan Basic Safety Training (BST) khusus Kapal Layar Motor dan Diklat Kapal Tradisional Penangkap Ikan di bawah GT 35 dengan Daerah Pelayaran Maksimal 60 mil (SKK 60 Mil) untuk Bagian Dek dan Bagian Mesin.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) Kelas II Tual Yahya Usia mengatakan bahwa kegiatan DPM ini diselenggarakan atas kerjasama antara Kantor UPP Tual dan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ilmu Pelayaran (BP2IP) Sorong yang memiliki peran berbeda sesuai dengan kewenangannya masing-masing.

“Kantor UPP Tual bertindak sebagai pihak penerima berkas dan verifikator seleksi administrasi calon peserta DPM Kapal Layar Motor dan penerbit sertifikat Surat Keterangan Kecakapan (SKK) 60 Mil bagi Pelaut Kapal Tradisional,” ungkap Yahya usai mengikuti kegiatan pembukaan DPM di Tual, hari ini (4/4).

Sedangkan BP2IP Sorong sebagai pihak penyelenggara dan penerbit sertifikat keterampilan pelaut (Certificate of Proficiencies) bagi peserta diklat yang dinyatakan lulus diklat.

Yahya menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan pembagian pas kecil untuk kapal dibawah GT 7 serta telah melaksanakan pelayanan sertifikasi, pengukuran pendaftaran dan status hukum kapal kepada para nelayan di wilayah kerjanya.

Adapun peserta yang mengikuti kegiatan DPM ini adalah masyarakat dan nelayan di Kota Tual dan sekitarnya, dengan memperhatikan persyaratan minimum yang harus dipenuhi oleh calon peserta sesuai dengan peraturan yang ditetapkan.

Ia berharap para peserta dapat mengikuti diklat ini dengan sebaik-baiknya agar ilmu yang didapat bisa dimanfaatkan dalam menunjang pekerjaan mereka sehari-hari di laut.

“Pemerintah terus berupaya memberikan program pendidikan dan pelatihan secara gratis tidak hanya untuk masyarakat di wilayah barat, tetapi juga untuk masyarakat di wilayah timur sehingga akan tercipta peningkatan daya saing masyarakat Indonesia,” tutup Yahya.

Penulis : Masade
Foto : Humas Ditjen Hubla

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *