Laut Transportasi

KSOP Lanjutkan Pencarian Korban Tenggelam Perahu Klotok di Perairan Tanjung Rema

INTRA – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Kumai, Kota Waringin Barat, Kalimantan Tengah bersama potensi SAR lainnya melanjutkan pencarian seorang nelayan bernama Mahlan Bin Arifin (67) yang mengalami musibah perahu klotoknya tenggelam saat mencari ikan di perairan Tanjung Rema, Kuala Kumai, Desa Kubu, Kecamatan Kumai pada Minggu (31/3) pukul 14.30 WITA.

“Korban Mahlan Bin Arifin masih belum diketemukan dan hari ini pencarian dilanjutkan,” kata Kepala KSOP Kumai Capt. Wahyu Prihanto, Senin (1/4).

Capt. Wahyu menjelaskan, berdasarkan penuturan saksi mata pada saat kejadian, Wahid Bin Kasim (54), pada hari Minggu, 31 Maret 2019 sekitar pukul 14.30 WITA,  ia sedang mencari ikan di Tanjung Rema Kuala Kumai Desa Kubu Kec. Kumai. Wahid kemudian menemukan sebuah perahu klotok dengan keadaan tenggelam yang diduga milik Mahlan.

Kemudian saksi kembali dan memberi tahu keluarga Korban yang selanjutnya dilakukan pencarian oleh pihak keluarga dan dibantu Tim SAR yang terdiri dari KSOP Kumai, Polair Polda Kobar, Polair Polres Kumai, Polsek dan KP3 Kumai, Basarnas, BPBD Kobar, dan masyarakat nelayan setempat. Adapun tim KSOP Kumai telah menunjuk Marjuki sebagai koordinator lapangan untuk pencarian korban dimaksud.

“Begitu mendapatkan laporan dari saksi, kami langsung melaporkan ke pusat dan berkoordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dan potensi SAR di Kumai untuk melakukan pencarian korban,” kata Capt. Wahyu.

Dalam pencarian SAR gabungan tersebut, sampai kemarin sore (31/3) korban tenggelam masih belum di ketemukan. Kondisi cuaca pada saat kejadian berawan cenderung hujan dengan ketinggian ombak sedang.
“Pagi ini pencarian korban akan dilanjutkan sedangkan perahu klotok yang tenggelam sudah ditarik ke tepi daerah Kubu, Kumai,” kata Capt. Wahyu. 

Capt. Wahyu juga mengingatkan kembali agar perahu-perahu klotok yang akan mencari ikan untuk selalu memperhatikan faktor cuaca dan memastikan standar alat keselamatan pelayaran minimal telah dilengkapi dan dimiliki sebelum berlayar.

“Sekali lagi, kami mengingatkan agar para nelayan yang akan berlayar mencari ikan untuk selalu memperhatikan cuaca dan memiliki alat keselamatan minimal seperti life jacket. Keselamatan pelayaran merupakan prioritas dan tanggung jawab bersama termasuk para nelayan,” tutup Capt. Wahyu.

Penulis : Masade
Foto : Humas Ditjen Hubla

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *