Redaksi

Membangun Peradaban dari Jalur Darat

Sepanjang dari 191.000 Km jalan pedesaan, 4.119 Km jalan nasional, dan 1.852 Km jalan tol siap beroperasi. Merambah di 74.957 desa seluruh Indonesia, membelah Pulau Jawa dan Sumatera, merangkul Nusantara dengan jalan perbatasan. Inilah realitas yang kita temukan. Lalu apa yang harus kita lakukan? Tentu saja memanfaatkannya dengan optimal.

Angin segar memang tengah menghembus sektor transportasi darat. Tak aneh bila Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Budi Setyadi, menyebutnya sebagai, “Era Bangkitnya Transportasi Darat.” Sebuah momentum membangun peradaban transportasi publik dalam rantai konektivitas yang efektif demi mendorong perekonomian daerah.

Interview secara ekslusif dengan Budi Setyadi seputar perkembangan transportasi darat, termasuk langkah merangsang tumbuhnya para pelaku bisnis transportasi lokal tentu menjadi bahasan yang menarik. Semua kami kemas dalam INTRA UTAMA edisi ke VI dengan tema, “Membangun Konektivitas Transportasi Darat.”

Pembahasan kian matang dengan narasumber lainnya, seperti; Wakil Ketua Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Mahendra Rianto, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) Kyatmaja Lookman, Ketua DPP Organda Adi Prasetyo, Ketua DPR RI Bambang Soesatyo, dan Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi dalam meneropong dinamika transportasi darat di Tanah Air. Dalam laporan INTRA KHUSUS, kami mengulas perhelatan, “PACITAN EXPO,” sebuah ajang unjuk produk dan karya masyarakat Kabupaten Pacitan, Jawa Timur, plus Reuni Akbar SMAN 1 Pacitan, dimana Pemimpin Umum kami, Suroyo Alimoeso dan Mantan Presiden RI Ke VI Susilo Bambang Yudhoyono pernah menimba ilmu.

Artikel lain adalah PT Djakarta Lloyd (Persero), sebuah perusahaan pelayanan nasional yang sempat terpuruk lalu bangkit dan mengejutkan banyak pelaku bisnis. Bahkan kini spirit, “Goes to 1 Trillion Top Line,” tengah mereka wujudkan. Excellent.

Seperti ungkapan Steven Covey, penulis asal Idaho, Amerika Serikat, berkata; “If you want small changes in life, change behavior. But if you want a big change, change the paradigm,”(Kalau mau perubahan kecil dalam hidup, ubahlah perilaku. Tapi kalau menghendaki perubahan besar, ubahlah paradigma). Kami pun ingin perubahan besar menuju Indonesia yang lebih baik. Seperti halnya harapan kami pada Anda. Selamat membaca.

Pemimpin Redaksi
Masade

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *