Darat Transportasi

Baru Diresmikan, Tol Jakarta-Surabaya Bisa Ditempuh Waktu 10 Jam

INTRA – Rencananya infrastruktur berupa jalan tol yang menghubungkan beberapa provinsi di Pulau Jawa tersebut akan dioperasikan pada akhir 2018. Nantinya jalan tol Trans Jawa akan memiliki panjang sekitar 800 kilometer yang membentang dari Merak hingga Banyuwangi, namun pemerintah baru memastikan Merak-Probolinggo bisa rampung pada tahun ini.

Pembangunan jalan tol Trans Jawa tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, melainkan titik-titik perekonomian baru juga terus bermunculan sebagai respons atas pembangunan tersebut. Dengan adanya jalan tol Trans Jawa ini diharapkan keadilan sosial dan pemerataan akan makin nyata di seluruh wilayah karena distribusi barang dan jasa juga makin lancar.

Jalan Tol Trans Jawa rute Jakarta menuju Surabaya yang berjarak 760 Kilometer (Km) yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada pertengahan Desember 2018 ini, diperkirakan hanya akan menempuh waktu perjalanan paling lama 10 jam. Syaratnya, tak ada kemacetan di salah satu jalur, termasuk di ruas terpadatnya, yakni ruas Jakarta-Cikampek.

Namun, estimasi waktu tempuh Jakarta menuju Surabaya via jalan tol akan molor menjadi 14 jam, jika ruas tol Jakarta-Cikampek yang berjarak 63 kilometer masih mengalami kepadatan lalu lintas.

Direktur Utama PT Jasa Marga Tbk (Persero) Desy Arryani mengatakan pihaknya masih berupaya keras untuk mengurangi kepadatan di ruas Tol Jakarta-Cikampek. Dia menjanjikan kepadatan di ruas Jakarta Cikampek akan berkurang signifikan dalam enam bulan ke depan atau menjelang Lebaran 2019.

“Waktu tempuh sangat pendek, idealnya tidak lebih dari 10 jam. Kami harapkan pada lebaran 2019 sudah lancar (Jakarta-Cikampek), Itu (waktu tempuh 10 jam) kalau Jakarta Cikampek sudah lancar, sudah ada ‘elevated’ jarak jauh, sudah ada jalan yang lebih longgar,” ujarnya.

Ketika kepadatan Jakarta-Cikampek sudah bisa dikurangi secara signifikan, Desy bahkan memperkirakan konektivitas Jakarta-Surabaya bisa dilakukan pulang-pergi dalam satu hari. “Jadi manfaat ke arus logistiknya cukup besar, asalkan dipersiapkan dengan baik,” kata dia.

Selama ini, Perusahaan pelat merah bisnis pengelola jalan tol itu mengelola dan mengoperasikan 13 ruas dari 20 ruas tol di Jaringan Tol Trans Jawa. Termasuk tiga ruas tol yang akan segera dioperasikan akhir tahun ini, yaitu Tol Batang-Semarang, Tol Solo-Ngawi Segmen Sragen-Ngawi, dan jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Pasuruan-Grati.

Desy menargetkan tiga ruas tol beroperasi saat perayaan liburan Natal dan akhir tahun 2018. Untuk tahap awal, ketiga ruas tersebut belum dikenakan tarif karena masih dilakukan sosialisasi tarif dan uji coba.”Jadi, ini diresmikan semua tahun ini, tetapi mungkin tarifnya awal tahun depan. Awal Januari 2019,” ujarnya.

Penulis : Alan
Foto : Enjang/INTRA

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *