Opini

Penerbangan Perintis Alat Pemersatu Bangsa

Suroyo Alimoeso (Pemimpin Umum INTRA)

INTRA – Faktor keselamatan memang harus merupakan faktor utama dalam mengoperasikan pesawat terbang jenis apa pun. Bahkan faktor keselamatan sesungguhnya sudah dikalkulasi sejak fase desain jenis pesawat terbang. Tentu harus sesuai dengan aturan Civil Aviation Safety Regulation (CASR). Sebuah pedoman wajib bagi proses desain, fabrikasi, dan pengoperasian pesawat terbang.

Twin Otter misalnya. Sebuah jenis pesawat yang begitu populer bagi masyarakat terpencil, terluar, dan terdepan. Atau jika mau dikatakan, paling berjasa dalam menjangkau masyarakat di pelosok daerah.

Harus diakui tidak sedikit pesawat jenis nonjet atau turboprop yang dioperasikan sebagai angkutan udara perintis memiliki usia yang terbilang uzur, meski masih dapat dioperasikan. Sebuah realitas yang patut mendapat perhatian.

Bagi masyarakat Papua, Kepulauan Maluku, atau Kepulauan Sangir Talaud, kehadiran Twin Otter ditengah mereka terbilang sangat biasa. Dengan kapasitas angkut 18-20 penumpang, pesawat ini mampu terbang di area dataran rendah, daerah berawa atau pegunungan. Bahkan di landasan rumput sepanjang 600 meter.

Meski tangguh dan teruji, namun faktor suku cadang di bandara terpencil patut mendapat perhatian lebih besar. Karena bukan rahasia, jika sarana di bandara penerbangan perintis terbilang minim. Dan ketika terjadi masalah, harus menunggu datangnya spare part yang berada nun jauh disana.

Umumnya, masalah bandara kecil atau kategori perintis memiliki struktur bisnis yang tidak sehat alias selalu mengalami kerugian. Sementara di sisi lain, pengoperasian bandar udara perintis tetap harus memenuhi persyaratan keselamatan dan keamanan penerbangan sipil yang berlaku. Agar mampu berfungsi menghubungkan daerah isolasi yang belum berkembang, sehingga dapat tumbuh dan mencicipi aroma pembangunan.

Artinya, angkutan udara perintis bukan sekadar sarana transportasi dalam mewujudkan konektivitas 17.000 pulau yang tersebar, namun hadir sebagai pengungkit pertumbuhan perekonomian di daerah. Demikian pula dengan peran transportasi darat, laut, maupun penyeberangan perintis dalam andil memperkokoh konektivitas antar wilayah. karena negeri ini dirajut dalam simpul-simpul wilayah perairan yang luas.

Jadi apa pun persoalan, pemerintah harus memberikan perhatian khusus untuk bandara keperintisan. Peranannya sangat vital bagi Indonesia. Di samping sebagai alat transportasi yang cepat dengan kemampuan penetrasi ke pelosok wilayah yang terpencil, maka angkutan udara perintis dapat dikatakan sebagai salah satu alat pemersatu bangsa.


Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *