Opini

Indonesia National Line

Dr. Dayan Hakim (Akademisi Fakultas Ekonomi STIE Inaba Bandung)

INTRA – Program Tol Laut Nusantara yang dikumandangkan oleh Presiden Jokowi dalam Program Nawacita. Konsep Tol Laut Nusantara begitu indah untuk membuat Indonesia menjadi negara maritime yang kuat dengan merangkai Nusantara dalam satu jaringan angkutan laut barang. PT Djakarta Lloyd (Persero) yang memiliki 6 (enam) unit kapal container dengan kapasitas 1600 teus telah diberi suntikan dana Rp350 milyar untuk membuka regular line Sabang – Belawan – Batam – Jakarta – Surabaya – Makassar – Bitung – Sorong  sebagai koridor Utama. PT Pelni (Persero) juga telah membuka 6 (enam) jalur perintis angkutan laut barang dengan kapasitas rata-rata 115 teus sebagai feeder bagi koridor utama.

Peran dari pihak swasta juga telah dijajaki agar TEMAS, SPIL, TANTO dan MERATUS juga dapat turut serta dalam membangun Tol Laut Nusantara. Tata kelola perhitungan subsidi angkutan laut terus dipelajari sehingga pemberian subsidi menjadi tepat guna dan tepat sasaran. Program ICT yang diberi nama Sislognas tengah dibangun bekerjasama dengan PT Telkom Tbk. untuk memudahkan para pengguna angkutan laut barang dalam memonitor layanan yang diberikan shipping line. Sislognas yang dibangun akan mengintegrasikan dengan system window dari jasa kepelabuhan, EDI dari bea cukai dan program aplikasi lain milik instansi pemerintah sehingga pelaksanaan Tol Laut Nusantara akan transparan dan akuntabel.

Sejak didirikan pada tanggal 18 Agustus 1950 oleh Darwis Djamin Komandan TNI AL Pangkalan Tegal dengan nama NV. Djakarta Lloyd, PT Djakarta Lloyd (Persero) terus berkembang. Bermodalkan 2 unit kapal, yakni SS Djakarta Raya dan SS Djatinegara, Djakarta Lloyd terus berkembang. Pada periode 1970-an dengan 22 unit kapal, dibawah kepemimpinan Capt. Hahyari Djakarta Lloyd berlayar sampai ke Sidney, Amsterdam, Hamburg, Cape Town dan New York.

Pada tahun 1972, Djakarta Lloyd bersama-sama dengan Trikora Lloyd dan Gesuri Lloyd mendirikan Asia Trans Company Ltd. yang bertujuan mengintegrasikan layanan angkutan laut barang ke luar negeri. Saat itu, Gesuri Lloyd mengoperasikan 14 unit kapal dan Trikora Lloyd mengoperasikan 8 unit kapal. Operasional luar negeri dilakukan bersama dengan membagi slot yang ada pada ketiga perusahaan pelayaran. Biaya operasional menjadi lebih murah dan mencegah terjadi perang harga diantara ketiganya.

Sebagai BUMN Pelayaran kelas dunia, Djakarta Lloyd terus melakukan pengembangan bisnis untuk memenuhi kebutuhan pasar. Hal ini dikemukakan Direktur Utama Djakarta Lloyd Suyoto. Ia mengatakan bahwa saat ini Djakarta Lloyd terus melakukan pengembangan bisnis dengan meningkatkan volume angkutan curah kering, serta curah cair. Juga terus melakukan sinergi baik dengan BUMN maupun pihak swasta dan asing.

Dengan pengalaman selama lebih dari 69 tahun Djakarta Lloyd terus menjalankan kegiatan usaha pelayaran dengan memberikan solusi transportasi barang yang menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.

Djakarta Lloyd mencoba hadir di semua lini bisnis dan menjawab kebutuhan pasar yang semakin berkembang, tentunya dengan peningkatan kualitas layanan dan serta jasa yang lebih lengkap. Peningkatan titik layanan juga terus dilakukan, agar bisnis perusahaan dapat menjangkau daerah-daerah yang potensial.

Selain melakukan berbagai peningkatan pelayanan dan pengembangan jasa, Djakarta Lloyd juga terus melakukan efisiensi dalam manajemen. Djakarta Lloyd terus melakukan efisiensi dan penataan manajemen dari dalam. Yang dilakukan beberapa efisiensi dan monitoring kinerja keuangan agar dapat mencapai target. Hal ini penting dilakukan agar kondisi keuangan terus stabil dan mengalami peningkatan laba. Selain itu dalam bidang SDM, Djakarta Lloyd juga melakukan penambahan tenaga ahli untuk mendukung perluasan bisnis perusahaan.

Disclaimer : Isi Diluar Tanggung Jawab Redaksi

Enjang Sofyan
Editor Majalah INTRA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *