Opini

Membangun Transportasi di Kota Agats Papua

Djoko Setijowarno (Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata, Semarang)

INTRA – Ditengah pembangunan Pelabuhan Agats di Kota Agats, Kabupaten Asmat, Papua, aktifitas roda perekonomian warga Asmat mulai berdenyut. Kehadiran transportasi yang mumpuni pun jadi harapan.

Pembangunan Pelabuhan Agats, Kabupaten Asmat, Papua memang tengah dilakukan. Sejumlah proyek perluasan dermaga hingga lapangan penumpukan logistik yang mulai dijajaki sejak tahun 2013, diharapkan rampung pada tahun 2019. 

KUPP Agats Husni AT mengungkapkan bahwa pembangunan pelabuhaan dan perluasan lapangan penumpukan di Pelabuhan Agats diharapkan akan selesai tahun 2019 mendatang, “Target selesai tahun 2019, sehingga kapal-kapal Tol Laut bisa dilayani dengan baik,” ungkapnya. Karena selama ini, petikemas yang masuk ke Agats tak bisa dilayani dengan baik karena  belum ada lapangan  penumpukan.

Ia meyakini jika progres pembangunan dan perluasan Pelabuhan Agats Papua sudah berjalan sesuai schedule, “Semua berjalan lancar sesuai target. Kita on the track,” ujarnya, ia berharap pelayanan akan semakin baik dan distribusi logistik ke Papua, khususnya Agats Ibukota Pemkab Asmat semakin lancar.

Sebelumnya, kapal laut berada di tengah sungai dan warga berlanjut ke daratan dengan menggunakan speedboat. Ada tiga kapal yang singgah setiap bulan di Pelabuhan Agats, yaitu KMP Leuser dan KMP Tatamailau (dua kali sebulan) dan sebulan sekali KMP Kelimutu. Selain melayani kapal penumpang juga digunakan tempat bersandar kapal barang.

Saat ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah mengerjakan pembangunan  jembantan gantung dan tempat penampungan air bagi warga Kota Agats yang kerap kesulitan air bersih disaat musim kemarau.

Pembangunan juga menyentuh pengerjaan beberapa rumah panggung bagi warga, pembangunan RS Umum yang baru di pinggir kota, layanan keamanan bagi masyarakat dengan pembangunan Kantor Polres Agats juga dibangun Kepolisian RI.

Kebutuhan material untuk pembangunan tersebut semua harus dari luar Agats. Lewat Pelabuhan Agats, sejumlah material dilabuhkan untuk selanjutnya dibawa ke masing-masing proyek yang sedang dikerjakan tersebut.

Lahan penumpukan barang sebenarnya sudah terbangun cukup luas di dekat dermaga. Dengan adanya lapangan penumpukan barang diharapkan proses bongkar muat di pelabuhan dan dermaga maupun aktifitas penumpang kapal lebih steril. Pelabuhan Agats kini sudah dapat disandari KMP kapasitas lebih dari 300 penumpang. Dan uniknya, aktivitas bongkar muat barang keperluan pembangunan di Kota Agats, setiap sore menjadi hiburan warga.

Disclaimer : Isi Diluar Tanggung Jawab Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *