Laut Transportasi

Raih Kejayaan dengan Keselamatan Pelayaran

INTRA – Kementerian Perhubungan RI melalui Direktorat Perhubungan Laut berupaya mewujudkan keselamatan pelayaran. Rangkaian kampanye menggelorakan kesadaran berkeselamatan pun dilakukan.

Penandatanganan kontrak paket 8 pembagunan antara PPK Konsultan Pembangunan Pelabuhan Patimban, Jawa Barat, Andilas Putra Asmara bersama perwakilan perusahaan konsultan Joint Venture Yasunori Hasegawa asal Jepang, dikantor Kementerian Perhubungan RI, pada 12 November lalu membuka babak baru dirampungkannya Proyek Pembangunan Pelabuhan Patimban.

Di hadapan MPR, saat pelantikannya pada 20 Oktober 2014  silam, Presiden RI Joko Widodo berkata;  “Samudra, laut, selat, dan teluk adalah masa depan peradaban kita. Kita telah terlalu lama memunggungi laut, memunggungi samudra, memunggungi selat dan teluk,” ujarnya. Saatnya Jalesveva Jayamahe (di laut kita jaya), dapat benar-benar terwujud.

Konsep, “Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia,” pun diusung dalam lima pilar utama fokus kerja pembangunan. Satu diantaranya; membangun kekuatan maritim sebagai bentuk tanggung jawab dengan keselamatan pelayaran dan keamanan maritim.

Keselamatan pelayaran memang menjadi penting untuk diwujudkan. Tak kala semangat menjadikan laut sebagai masa depan bangsa menggelora, namun mengabaikan keselamatan ‘berlaut’, maka asa jalesveva jayamahe pun laiknya buih dilautan.

Keran itulah Direktorat Perhubungan Laut, Kementerian Perhubungan RI senantiasa tak jemu mensosialisasikan pentingnya keselamatan dalam bertransportasi. Baik di laut, sungai, bahkan danau kini menjadi prioritas.

Keselamatan pelayaran rakyat memang tengah menjadi perhatian masyarakat, mengingat beberapa musibah seperti yang terjadi di Toba, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan atau sejumlah kecelakaan yang terjadi sepanjang tahun 2018 ini. Karena itu pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan aspek keselamatan dalam pelayaran nasional.

Direktur Jenderal (Dirjen ) Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan RI Agus H. Purnomo  menekankan pentingnya dukungan dan kepercayaan masyarakat Indonesia atas segala upaya Pemerintah dalam mewujudkan transportasi laut yang andal, efektif dan efisien. Terutama keselamatan pelayaran rakyat.

Ia menjelaskan bahwa program keselamatan pelayaran ditujukan untuk mengingatkan kembali seluruh pihak baik operator dan pengguna jasa agar menjadikan keselamatan pelayaran sebagai kebutuhan mutlak dan tanggung jawab bersama.

Ditjen Perhubungan Laut juga memberikan secara gratis life jacket di beberapa daerah, “Ia menghimbau agar life jacket dapat dirawat sebaik-baiknya agar dapat difungsikan secara maksimal, “Kami ingin seluruh penumpang kapal tradisional menggunakan life jacket selama berlayar,” ungkapnya. Namun keterbatasan membuat tidak seluruh kapal tradisional diberikan bantuan, “Sejatinya keselamatan pelayaran merupakan kebutuhan semua pihak,” ujarnya.

Ia pun mengajak agar keselamatan pelayaran sebagai mindset dengan menciptakan suasana  pelayaran yang selamat, “Bisa dimulai dari kapal yang bersertifikat dan dilengkapi alat-alat keselamatan, kru kapal bersertifikat, serta penumpang yang sadar akan peraturan keselamatan pelayaran,” terang Dirjen Agus.

“Kita memiliki program sertifikasi bagi kapal-kapal yang belum memiliki sertifikat, termasuk sertifikasi bagi pelaut dan kru kapal yang diberikan secara gratis. Kami juga memiliki program sertifikasi pelaut yakni Basic Safety Training (BST) dan SKK 30 mil yang bisa dimanfaatkan oleh para pelaut dan nelayan, karena nantinya ke depan akan ada law enforcement di mana seluruh kru kapal yang melaut harus memiliki sertifikat,” ungkapnya.

Penandatangan kerjasama yang disaksikan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan R Agus H Purnomo beserta para direktur di lingkungan Ditjen Perhubungan Laut, sebagaiwujud dalam merealisasikan proyek strategis dan penting dalam mendorong perekonomian bangsa dimasa mendatang.

Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) R Agus H Purnomo mengungkapkan keseriusan nya dalam menyelesaikan pembangunan Pelabuhan Patimbanini. “Kitaberharap kedepan Pelabuhan Patimban akan meningkatkan daya saing logistik nasional,” kata Dirjen Agus.

Agus juga juga berharap para perusahaan anggota konsorsium konsultan agar penanda tanganan kontrak ini dapat memperlancar proyek pembangunan Pelabuhan Patimban secara keseluruhan. Selain itu, Dirjen Agus juga berharap agar pelaksanaan pembangunan Pelabuhan Patimban memperhatikan berbagairegulasi, kualitas, dan requirement atau kebutuhan masyarakat secara umum,

“Pemerintah sangatserius dan memperhatikan agar pembangunan Pelabuhan Patimban berjalan sesuai jadwal dengan kualitas yang telah disepakati bersama,” terang dia.

Lebih lanjut dia berharap, kehadiran Pelabuhan Patimban bisa mendongkrak perekonomian Kabupaten Subang khususnya dan Provinsi Jabar umumnya, termasuk penyerapan kerja yang naik signifikan.

Untuk lokasi pembangunan Pelabuhan Patimban yang telah ditetapkan tersebut meliputi wilayah di dua kecamatan di Kabupaten Subang, yakni Desa Patimban, Desa Kalentambo, Desa Gempol, Desa Pusakaratu, dan Desa Kotasari di Kecamatan Pusakanagara serta Desa Pusakajaya di Kecamatan Pusakajaya.

Adapun Paket pembangunan Pelabuhan Patimban yang ditandangani merupakan paket jasakonsultansi supervise dan desain pembangunan fasilitas pelabuhan untuk proyek Pembangunan Patimban Tahap I. Sedangkan perusahaan konsultan Joint Venture terdiridari 3 (tiga) perusahaan Jepang masing-masing adalah Oriental Consultan Global Co. Ltd., Ides Inc., dan Nippon Koei Co. Ltd., bekerjasama dengan 3 (tiga) perusahaan konsultan Indonesia yaitu PT. Raya Konsult, PT. Rayasurverindo Tirtasarana, dan PT Indra Karya (Persero).

Penulis: masade
Foto : antara/jessica wuysang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *