Kendaraan Khas Thailand Tuk tuk
Mancanegara Pariwisata

Berwisata dengan Tuk Tuk Bajaj Ala Thailand

INTRA – Berwisata menggunakan Tuk Tuk atau Sam Lor memang menawarkan sensasi  berbeda. Hadir sejak tahun 1934, kendaraan roda tiga ini menjadi daya tarik wisatawan mancanegara.

Tuk tuk atau Sam Lor merupakan alat transportasi khas thailand. kendaraan roda tiga yang menyerupai bajaj ini menjadi ikonik negeri gajah putih. Bagi yang akan berkunjung ke thailand tentu tak ragu untuk merasakan sensasi kendaraan tersebut.

Berawal dari kendaraan seperti becak yang digunakan pada Perang Dunia II, kendaraan ini dikembangkan menjadi alat transportasi roda tiga bermesin mini. Penamaan Tuk Tuk diberikan karena bunyi dari suara mesin yang dihasilkan terdengar “Tuk…Tuk…Tuk…”. Karena bentuknya yang unik, Tuk Tuk menjadi kendaraan yang menggoda para turis untuk mencobanya.

Siapkan diri para wisatawan ketika ingin menaiki alat transportasi ini, karena sopir Tuk Tuk akan membawa penumpang berkendara meliuk-liuk dengan kecepatan tinggi. Berkendara seperti itu dapat memacu adrenalin dan bisa jadi penumpang akan berteriak-teriak histeris. Namun sopir Tuk Tuk tidak akan menggubris teriakan penumpang tersebut, tetap memacu kendaraan dengan kecepatan tinggi.

Mirip Bajaj

Sepintas, alat transportasi Tuk Tuk di Thailand ini mirip dengan bajaj yang beroperasi di Jakarta, Indonesia. Namun ada sedikit perbedaan, suara mesin Tuk Tuk lebih halus ketimbang suara bajaj yang terbilang bising. Selain itu Tuk Tuk juga lebih memungkinkan memuat banyak penumpang dibanding dengan bajaj.

Tuk Tuk mempunyai tiga roda dan jendela yang terbuka lebar. Tuk Tuk tidak memiliki pintu di sisi kanan dan kiri sehingga terasa kurang aman. Kendati  demikian, alat transportasi Tuk Tuk ini cukup asyik dipilih sebagai kendaraan untuk menempuh jarak pendek.

Nah jika calon wisatawan atau pengunjung khendak mencoba Tuk Tuk, maka perlu menyimak beberapa tips agar nyaman mengendarai kendaraan roda tiga itu. Beberapa tips ini sangat penting terutama berkaitan dengan keselamatan dan biaya perjalanan selama berwisata di Thailand.

Pertama, Tuk Tuk memiliki jendela yang terbuka lebar dan sisi kanan kiri yang tanpa pintu. Sehingga akan membuat penumpang berkeringat saat mencobanya. Sebaiknya membawa persediaan air minum untuk mencegah dehidrasi dan menutup hidung dengan masker agar terhindar dari polusi udara.

Kedua, berhati-hatilah dengan barang bawaan. Sebab, para pencuri yang mengendarai sepeda motor kerap mengincar barang bawaan penumpang. Yang terakhir, pastikan wisatawan dan sopir Tuk Tuk sudah menyepakati harga terlebih dahulu sebelum memulai perjalanan. Sampaikan secara jelas tujuan perjalanannya. Kemudian  ada baiknya untuk mencari informasi terlebih dahulu kepada masyarakat lokal mengenai biaya yang harus dikeluarkan untuk mencapai tempat tertentu. Sebab jika tidak terjadi kesepakatan diawal, besar kemungkinan wisatawan harus membayar lebih mahal dari tarif sebenarnya. Selamat mencoba.

Penulis : Enjang Sofyan
Foto : Istimewa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *