Transportasi Udara

Bandara Kertajati Mewujudkan Pelayanan Udara Jawa Barat

INTRA – Meski baru berusia lima bulan sejak diresmikan Presiden RI Mei 2018 lalu, bandara kebanggaan warga Majalengka, Jawa Barat ini terus mengoptimalkan kinerja operasionalnya.

Bandara Kertajati masih memiliki tugas besar agar bisa sejajar dengan lapangan penerbangan lainnya. Masih belum banyaknya pelayanan penerbangan di Bandara Kertajati dalam waktu dekat tentu harus mendapatkan solusi. Mengingat, pembangunan Bandara tersebut sudah menyerap biaya investasi yang tinggi. 

Merespons hal tersebut, Kepala Badan Litbang Perhubungan, Sugihardjo mengatakan, Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati harus dilakukan optimalisasi dan komersialisasi agar bandara yang dibangun dengan biaya mahal itu bisa optimal. Keberadaan Bandara Kertajati ini juga diharapkan dapat menjadi masa depan layanan penerbangan di Jawa Barat.

“Yang didukung oleh sistem yang terintegrasi antara aksesibilitas jalan raya, kereta api, dan pelabuhan. Dengan konsep aerocity, diharapkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang didukung oleh potensi besar sumber daya alam dan pertanian sehingga Bandar Udara ini kelak bertindak sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat,” papar Sugihardjo.

Menurut Jojo sapaan akrabnya, ada beberapa rintangan yang menyebabkan Bandara Kertajati belum maju sesuai harapan, “BIJB memang belum selesai dibangun sesuai design awalnya. Proses ini masih akan terus berjalan,” ujar Jojo.

Oleh karenanya, Jojo mengajak semua pihak bahu membahu untuk membangun dan memberdayakan BIJB agar lebih optimal, “Pemasaran harus makin agresif,” tegas dia.

Fokus Optimalisasi

Sementara itu, untuk mengoptimalkan BIJB, Managing Director Lion Air Group Capt. Daniel Putut Kuncoro Adi mengusulkan agar dibuat event nasional atau international di Kertajati sebagai bentuk sosialisasi atas bandara tersebut.

“Misalnya bisa buat event lari Kertajati. Kemudian festival budaya atau kesenian khas Jawa Barat yang bisa mendatangkan banyak orang. Selanjutnya, maskapai dan pihak terkait lain diminta menjadi sponsor. Langkah itu akan menjadi nilai tambah tersendiri bagi Bandara Kertajati,” usul Daniel.

Lebih jauh, Daniel menambahkan, aksesibilitas moda transportasi darat khususnya ke Ibu Kota Propinsi dan kota-kota besar di Jawa Barat juga menjadi salah satu strategi ampuh untuk optimalisasi BIJB. ”Aksesibilitas moda transportasi udara juga tak kalah penting dengan aksebilitas moda transportasi darat. Misalnya, penambahan jam operasi Bandara di Indonesia, peningkatan kapasitas slot Bandara Pendukung, stimulasi terhadap pengembangan dan pembangunan infrastruktur Bandara baik oleh pemerintah atau Swasta. Kemudian  pembangunan Bandara atau terminal penumpang berbiaya rendah (LCCA/LCCT), dan juga promosi dan insentif kepada penumpang dan pelaku bisnis pada saat low season,” papar dia.

Penulis: Enjang Sofyan
Foto : constructionplusasia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *