Darat Transportasi

Aptrindo Bicara Kebijakan Odol

INTRA – Kebijakan Over Dimensi dan Overload (ODOL) masih mengundang perdebatan. Meski mendukung, beberapa catatan Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia  (APTRINDO) patut diperhatikan.

Penertiban truk over dimensi dan overload (ODOL) menjadi perhatian serius sejumlah asosiasi dan pengusaha. Sebagai kalangan yang terkena langsung imbasnya, Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) menaruh perhatian khusus terhadap kebijakan ini.Terutama masalah konsisten pemerintah dalam menerapkan aturan ini.

Wakil Ketua DPP APTRINDO, Kyatmaja Lookman mengatakan, pada prinsipnya pengusaha truk yang tergabung dalam APTRINDO mendukung penertiban ODOL tersebut. Namun, ada sejumlah catatan yang semestinya diperhatikan dan dilakukan pemerintah.

Ia menyebut, setidaknya ada empat catatan yang dituliskan oleh APTRINDO. Yaitu mengenai aturan dan kualitas kelas jalan, daya angkut kendaraan, memfasilitasi harga angkut dengan pemilik barang, serta soal sasaran penindakan.

Satu contoh, “Apabila kekuatan truk mampu mengangkut 26 ton, sedangkan kualitas jalan hanya mampu menahan 21 ton, berarti ada selisih 5 ton,” terang dia. Nah kalua dari contoh itu kan kita kehilangan 5 ton. Jadi kami usulkan agar ada pemetaan dan perbaikan kualitas jalan dengan kajian yang komprehensif,” ungkap Kyat kepada INTRA, (17/11) lalu.

Persoalan lain adalah masalah daya dan harga angkut, Kyat akrab ia disapa menyebut bahwa karakteristik barang dengan berat per-kilogram, menjadi yang paling terdampak. Sebabnya adalah soal perbandingan berat dan ruang truk yang tersedia.

“Untuk barang dengan karakteristik hitungan per kilogram, itu pasti terdampak sekali. Contohnya begini, barang yang masa jenisnya berat, tapi truknya belum penuh. Maka ketika harus dikurangi muatannya, truknya jadi nggak full, ngga optimal, truk sebesar itu, muatannya sedikit,” terang Kyat.

Penulis : alan
Foto : bidikata.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *